Namanya Irvin
Ferlandy, aku mengenal dia saat sesi mahasiswa baru di kampus UPJ, waktu itu
orang tua ku dan orang tua irvin sudah lebih dulu berkenalan, kemudian aku bertemu
dengan irvin lalu berkenalan. Di pertemuan itu aku makan bersama di kantin
bersama irvin, lalu tak selang lama irvin beranjak pulang lebih dulu, semenjak
pertemuan itu kamu tidak pernah bertemu kembali. Sampai suatu saat hari pertama
masuk kuliah aku pun melihat teman-teman ku setelah aku tengok kanan kiri
ternyata irvin ada di sebelahku, aku bertanya kepadanya, “Bro lu Irvin Kan??”
dia menjawab “iya” aku langsung bilang “kita waktu itu pernah ketemu dikantin,
lu inget ga?”, “oh iya gue inget” kata irvin. Akhirnya kita mengobrol. Setelah
itu kami akrab dan berteman seperti sekarang, bahkan sekarang kami sudah
mempunyai masing-masing kontak untuk saling menghubungi dan bertanya tanya
tentang tugas di kampus. Saya merasa senang mempunyai teman baru, kebetulan
rumah irvin tidak begitu jauh dari rumah saya, itu nilai plus untuk saya karena
bisa bertemu tidak hanya di kampus , tapi di luar pun kita bisa bermain dan
belajar bersama. Lewat tulisan ini saya
akan menceritakan cerita perngalaman Irvin yang ia sampaikan kepada saya , mari
simak ceritanya.
Oleh | Irvin Ferlandy
Selanjutnya
saya akan menceritakan tentang hal yang menarik dan lucu dalam hidup saya, dan
tidak akan pernah terlupakan, pada saat saya kelas 4 Sekolah Dasar (SD) pada
saat bulan ramadhan pada malam hari saya dan keluarga saya hendak sholat
tarawih di masjid terdekat dari rumah saya, setelah sesampainya dimasjid saya
dan keluarga saya pun sholat tarawih, dan pada saat beberapa rakaat tarawih
ingin selesai, saya pun bermain lari-larian bersama saudara saya (namanya juga
anak kecil) di sekitaran halaman masjid tempat tarawih, dan saat berlari tidak
di duga tiba-tiba tubuh saya kehilangan keseimbangan dan akhirnya saya pun
terjatuh tengkurup, lalu pada saat saya terjatuh itu pas sekali dengan sudah
selesainya sholat tarawih pada malam itu dan semua orang yang ada disekitar
masjid yang telah selesai sholat tarawih pun pandangannya tertuju pada diri
saya dan mentertawakan saya yang sedang jatuh tengkurup dan saya pun di bangunkan
(diangkat) oleh saudara saya sendiri (betapa malunya saya saat terjatuh dan
dilihat oleh orang banyak dan di tertawakan), baju koko saya pun kotor, celana saya
sobek, dan bibir saya pun berdarah banyak karena terseret langsung dengan aspal,
lalu ibu saya pun menghampiri saya dan akhirnya saya di marahi olehnya, dan
saya pun menangis karena menyesal, malu, dan saya pun kapok tidak akan mengulanginya
lagi. Saya berjalan menuju rumah dengan keadaan menangis baju kotor, celana
sobek, dan baju saya pun bertetesan darah yang mengalir dari bibir saya.
Sesampainya di rumah saya pun di marahi lagi oleh kakek, dan ayah saya bertambah
kencang lah tangisan saya, dan pada malam keesokan harinya saya pun mengikuti
sholat tarawih dengan benar, tidak bercanda, dan tidak berlari-larian di halaman
masjid, karena saya sangat menyesal dan malu atas perbuatan saya sendiri. Dan
itu adalah hal yang menarik dan lucu yang tidak akan pernah terlupakan dalam
hidup saya.Demikian profil kehidupan saya, Terima kasih
Itulah cerita yang irvin
sampaikan kepada saya. Terimakasih telah membaca.
Yaampun kasihannya si Irvin. Sudah jatuh sakit dimarahi pulaa hehe. Untung jadi anak yg penurut keesokannya
BalasHapus